Jasa Pengaspalan Tangerang: Pemkot Usul Menggunakan Ban Bekas

Pembangunan yang masif terus dilakukan oleh pemerintah kota Tangerang. Semakin banyak pembangunan gedung bertingkat dan perumahan demi mengakomodir kota Tangerang yang berkembang menjadi salah satu kota metropolitan. Selain itu, sebagai salah satu kota satelit Jakarta, kota Tangerang menarik banyak perusahaan dan pabrik untuk mendirikan kantor di sana. Imbasnya, akses jalanan menjadi penting dilakukan. Karena sibuknya aktivitas sehari-hari warganya, banyak jalanan yang dibangun oleh kontraktor aspal Tangerang rusak. Adanya kerusakan jalan di sejumlah titik tentunya mengganggu aktivitas masyarakat. Tidak hanya itu, terkadang aspal yang digunakan oleh jasa pengaspalan Tangerang memiliki kualitas aspal yang sangat rendah. Hal ini memperparah kondisi jalanan di Tangerang

Jasa Pengaspalan Tangerang

Walikota Tangerang, Arief Wismansyah, pun mengusulkan agar jasa pengaspalan Tangerang menggunakan ban bekas yang dicampur dengan aspal pada saat melakukan pengaspalan. Hal ini diungkapkan oleh Arief pada saat ia melakukan pengecekan di Jalan Juanda, Kota Tangerang. Di sepanjang jalan itu, terlihat kerusakan yang cukup parah meskipun perbaikan belum lama dilakukan di jalan tersebut. Kerusakan yang disebabkan genangan air akibat hujan yang terus mengguyur kota Tangerang dalam beberapa waktu belakangan menjadi penyebab utama kerusakan di jalan tersebut. Selain itu, aktivitas kendaraan beroda empat dengan ukuran ringan sampai berat memperparah kondisi kerusakan serta kualitas aspal yang sangat rendah melengkapi kerusakan di jalan tersebut. 

Arief menuturkan dan menghimbau agar jasa pengaspalan Tangerang mulai menggunakan ban bekas sebagai bahan tambahan pada sata proses pengaspalan. Selain untuk memperkokoh dan memperkuat struktur aspal, Arief menuturkan bahwa penggunaan ban bekas dapat mengurangi jumlah sampah ban yang semakin menumpuk dan tidak terkendali di Tangerang. Menurutnya, penggunaan ban bekas sebagai bahan tambahan aspal dapat membantu kebersihan lingkungan. Sebab, ban bekas merupakan salah satu jenis limbah yang tidak mudah terurai. Agar ban bekas terurai di dalam tanah, proses penguraian membutuhkan waktu yang sangat lama, bahkan hingga ratusan tahun. Oleh sebab itu, Arief mengimbau dimulainya penggunaan ban bekas sebagai bahan tambahan aspal.